Novel "mencari ma'isyah dalam Kehati-hatian"2



ke Episode pertama 

 


Arjuna, setelah mendengar ceramah dan pembahasan yang mendalam dari Basudewa Kresna, merasa penuh dengan pemahaman baru tentang pentingnya mencari yang halal dan menjauhi yang haram. Dia merasa begitu terinspirasi sehingga dia mulai berbicara dengan tiga Punokawan setia, yaitu Petruk, Gareng, dan Bagong, yang datang untuk bertemu dengannya.


Petruk, Gareng, dan Bagong dengan ramah bertanya kepada Arjuna, "Hai Arjuna, apa kabarmu? Kami mendengar bahwa kamu baru saja menghadiri ceramah dari Basudewa Kresna. Apa yang kamu pelajari dari ceramah itu?"


Arjuna tersenyum dan menjawab, "Alhamdulillah, kabar baik. Saya baru saja mendengar ceramah yang sangat mendalam dari Basudewa Kresna. Dia berbicara tentang pentingnya mencari yang halal dan menjauhi yang haram dalam kehidupan kita. Ini adalah ajaran yang sangat berharga, sahabat."


Punokawan pun tertarik dan bertanya lebih lanjut, "Apa yang dia katakan tentang prinsip mencari yang halal dan menjauhi yang haram? Bisakah kamu menceritakan lebih banyak?"


Arjuna dengan penuh semangat mulai menceritakan tentang isi ceramah Basudewa Kresna, menjelaskan bagaimana Allah telah memberikan panduan yang jelas dalam Al-Quran dan ajaran Nabi Muhammad ﷺ tentang hal ini. Dia berbicara tentang tingkatan halal dan haram, dan bagaimana mencari yang halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim.


Punokawan, yang mendengarkan dengan serius, merasa semakin tertarik dengan prinsip-prinsip ini. Mereka berbicara satu sama lain, "Ini adalah ajaran yang sangat berharga. Kita harus mengikuti jejak Arjuna dan memahami lebih dalam tentang pentingnya mencari yang halal dan menjauhi yang haram."


Begitu mereka semua merasa terinspirasi oleh cerita Arjuna tentang ceramah Basudewa Kresna, mereka berniat untuk mencari peluang untuk mengikuti ceramah Basudewa Kresna di kesempatan yang akan datang.ini lebih lanjut dan menjalani hidup dengan integritas dan kebijaksanaan. Mereka merasa beruntung memiliki Arjuna sebagai sahabat yang dapat berbagi pengetahuan berharga ini dengan mereka.


Kali ini, Basudewa Kresna mulai berbicara dengan referensi yang lebih mendalam, yang juga mencakup ajaran Nabi Muhammad ﷺ tentang pentingnya mencari ilmu tentang halal dan haram. Dia berkata, "Saudara-saudaraku, seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, mencari yang halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Bahkan, mencari ilmu tentang halal dan haram juga merupakan kewajiban."


Basudewa Kresna melanjutkan dengan menjelaskan hadis-hadis yang menggambarkan pentingnya mencari yang halal dan menjauhi yang haram. Dia mengutip hadis Nabi ﷺ yang menyatakan bahwa seseorang yang mencari yang halal untuk keluarganya akan dianggap seperti seorang pejuang di jalan Allah. Dia juga menggambarkan bagaimana mencari dunia yang halal, dalam keadaan kehormatan, setara dengan derajat syuhada, para martir.


Basudewa Kresna juga berbicara tentang bagaimana Allah memberikan pencerahan kepada orang yang menjalani kehidupan yang penuh dengan halal. Dia mengatakan bahwa hati mereka akan disinari, dan hikmah akan mengalir dari hati mereka ke lisan mereka.


Petruk, Gareng, dan Bagong, yang mendengarkan dengan penuh perhatian, semakin yakin akan pentingnya mencari yang halal dalam segala aspek kehidupan mereka. Mereka merasa terinspirasi oleh ajaran Basudewa Kresna dan berjanji untuk mencari ilmu lebih lanjut tentang halal dan haram.


Pandawa Lima, meskipun Yudhistira tidak bisa hadir, juga merasa semakin paham tentang pentingnya mencari yang halal dalam menjalani kehidupan yang benar dan bermoral. Mereka bersama-sama merasa beruntung karena memiliki Basudewa Kresna sebagai guru dan pemimpin spiritual mereka yang bijaksana.




Basudewa Kresna melanjutkan ceramahnya, membawa kepada para pendengarnya sejumlah hadis penting yang menunjukkan pentingnya menjauhi yang haram dalam hidup kita. Dia mengutip beberapa hadis Nabi Muhammad ﷺ sebagai berikut:


Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Seseorang yang menjaga kehalalan makanannya, doanya akan dikabulkan." (HR. Ahmad)


Ketika Nabi Muhammad ﷺ berbicara tentang orang yang sangat serakah terhadap dunia, beliau menggambarkan seorang yang miskin, berpakaian compang-camping, dan hanya hidup dengan rezeki yang haram. Namun, ketika dia berdoa, doanya akan sulit dikabulkan karena asal usul rezekinya yang haram. (HR. Muslim)


Hadis lainnya mengenai pentingnya menjauhi yang haram adalah ketika Nabi Muhammad ﷺ menyebutkan bahwa Allah memiliki malaikat yang berteriak setiap malam, "Siapa yang makan yang haram, dia tidak akan mendapatkan rizki atau keadilan." (HR. Ibnu Abi Syaibah)


Nabi Muhammad ﷺ juga mengingatkan tentang pentingnya menjauhi yang haram dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, beliau mengatakan, "Seseorang yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham, di mana dalam harga tersebut ada satu dirham yang haram, maka Allah tidak akan menerima salatnya selama dia masih memiliki pakaian itu." (HR. Al-Bazzar)


Semua hadis ini menekankan pentingnya menjauhi yang haram dalam makanan, pakaian, dan rezeki kita. Basudewa Kresna mengajak para pendengarnya untuk merenungkan pesan-pesan ini dan menjalani kehidupan yang penuh dengan kehalalan, sehingga doa-doa mereka dapat dikabulkan dan mereka mendapatkan berkah dalam hidup mereka.









Komentar